Thursday, April 2, 2015

Sistem Penyuluhan

Mengapa Sistem Penyuluhan Itu Penting?
Oleh:
Nely Lailatul Maghfiroh BPI 6 (1112052000013)
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika sering kali bisa dibuat. (wikipedia. 2015)
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut. (wikipedia. 2015)
Sedangkan penyuluhan menurut Dewa Ketut Sukardi (1995), merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada konseli supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang. Dalam pembentukan konsep diri ini berarti bahwa dia memperoleh konsep yang sewajarnya mengenai dirinya sendiri, orang lain, pendapat orang lain tentang dirinya, dan tujuan yang akan dicapai.
Tujuan penyuluhan akan tercapai apabila penyuluh mengetahui prosedur yang harus di lakukan dalam penyuluhan. yaitu dengan menyiapkan materi, metode, dan teknik tertentu agar tujuan penyuluhan tercapai
Penyuluhan dapat menentukan materi apabila ia sudah mengetahui kepada siapa dia akan memberikan penyuluhan. Kepada mahasiswa atau kepada masyarakat biasa atau kepada komunitas tertentu. Hal ini sangat penting agar dia tidak salah sasaran. Selain itu dia juga harus mengetahui bagaimana kondisi sasaran penyuluhannya. Apabila sasarannya adalah masyarakat desa sebaiknya hindari penyuluhan tentang teknologi. Karena materi ini tidak akan mengena terhadap mereka. Bahkan mungkin mereka tidak mengerti sama sekali tenteng teknologi. Sehingga ketika penyuluh akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat pedesaan sebaiknya penyuluh menyiapkan materi sesuai dengan kebutuhan mereka.
Setelah materi ditentukan, yang dilakukan selanjutnya adalah metode apa yang hendak digunakan. Salah satu metode yang paling efektif yang digunakan adalah metode individu yang bisa dilakukan dengan cara wawancara, kunjungan ke rumah warga yang bermasalah atau mendiskusikannya bersama.
Metode wawancara merupakan suatu alat untuk memperoleh fakta/data/informasi mengenai diri pesuluh secara lisan yang terjadi dalam bentuk pertemuan, berlangsung secara empat mata dengan tujuan mendapatkan data yang diperlukan penyuluh agar penyuluhan yang dilakukan bisa mencapai tujuan. (Samsul Munir Amin. 2010: 69)
sedangkan metode yang digunakan untuk penyuluhan kelompok bisa dilakukan dengan seminar, diskusi bersama, mempertunjukkan film yang mendidik, dan lain sebagainya. Untuk penyuluhan kepada anak-anak bisa dilakukan dengan teknik film, karena anak-anak sangat tertarik misalnya film kartun yang mendidik seperti tentang pahlawan.
Selain metode dan teknik yang digunakan itu penting dalam penyuluhan. Terdapat berbagai pendekatan-pendekatan tertentu yang menunjang keberhasilan penyuluhan.
  1. Pendekatan psikoanalisis. Pada pendekatan ini menentukan proses dan arah konseling. Salah satu teknik yang umum digunakan yaitu hipnotis. Hipnotis bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami faktor ketidaksadaranyang menjadi penyebab masalah.
  2. Pendekatan analisis transaksional. Pada pendekatan ini, penyuluh didesain untuk mendapatkan insight emosional dan intelektual, tetapi fokus pada bagian rasional. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah bermain peran (role playing). Bermain peran biasanya digunakan dalam konseling/penyuluhan kelompok di mana melibatkan orang lain. Selain teknik bermain pera, terdapat juga teknik penokohan keluarga (family modeling). Pada teknik ini penyuluh diminta untuk membayangkan episode yang berisi orang-orang yang penting baginya di masa lalu.
  3. Kognitif behavioral (behavioral therapy). Pada pendekatan ini, penyuluh berperan aktif, direktris, dan menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menemukan solusi dari persoalan individu.
  4. Pendekatan Kognitif, yaitu merupakan usaha mengubah keyakinan irasional melalui persuasif.
  5. Pendekatan rational-emotive behavior therapy. Pada pendeketan ini tujuan penyuluhan adalah untuk membantu individu menyadari bahwa mereka dapat hidup dengan lebih rasional dan lebih produktif. (Gantina Komalasari, Eka Wahyuni, Karsih.2011: 78)

Daftar Pustka
Amin, Samsul Munir. 2010. Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: AMZAH
Gantina Komalasari, Eka Wahyuni, Karsih. 2011. Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: PT Indeks
Ketut Sukardi, Dewa. 1995. Proses Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Wikipedia. 2015. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem. (30 maret 2015)

No comments:

Post a Comment