Mengapa Sistem
Penyuluhan Itu Penting?
Oleh:
Nely Lailatul
Maghfiroh BPI 6 (1112052000013)
Sistem
berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari
komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran
informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering
dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana
suatu model matematika sering kali bisa dibuat. (wikipedia. 2015)
Sistem juga merupakan
kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah
serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara
merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi
yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan
sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut. (wikipedia. 2015)
Sedangkan penyuluhan
menurut Dewa Ketut Sukardi (1995), merupakan upaya bantuan yang
diberikan kepada konseli supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri
sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa
yang akan datang. Dalam pembentukan konsep diri ini berarti bahwa dia
memperoleh konsep yang sewajarnya mengenai dirinya sendiri, orang lain,
pendapat orang lain tentang dirinya, dan tujuan yang akan dicapai.
Tujuan
penyuluhan akan tercapai apabila penyuluh mengetahui prosedur yang harus di
lakukan dalam penyuluhan. yaitu dengan menyiapkan materi, metode, dan teknik
tertentu agar tujuan penyuluhan tercapai
Penyuluhan
dapat menentukan materi apabila ia sudah mengetahui kepada siapa dia akan
memberikan penyuluhan. Kepada mahasiswa atau kepada masyarakat biasa atau
kepada komunitas tertentu. Hal ini sangat penting agar dia tidak salah sasaran.
Selain itu dia juga harus mengetahui bagaimana kondisi sasaran penyuluhannya.
Apabila sasarannya adalah masyarakat desa sebaiknya hindari penyuluhan tentang
teknologi. Karena materi ini tidak akan mengena terhadap mereka. Bahkan mungkin
mereka tidak mengerti sama sekali tenteng teknologi. Sehingga ketika penyuluh
akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat pedesaan sebaiknya penyuluh menyiapkan
materi sesuai dengan kebutuhan mereka.
Setelah
materi ditentukan, yang dilakukan selanjutnya adalah metode apa yang hendak
digunakan. Salah satu metode yang paling efektif yang digunakan adalah metode
individu yang bisa dilakukan dengan cara wawancara, kunjungan ke rumah warga
yang bermasalah atau mendiskusikannya bersama.
Metode
wawancara merupakan suatu alat untuk memperoleh fakta/data/informasi mengenai
diri pesuluh secara lisan yang terjadi dalam bentuk pertemuan, berlangsung
secara empat mata dengan tujuan mendapatkan data yang diperlukan penyuluh agar
penyuluhan yang dilakukan bisa mencapai tujuan. (Samsul Munir Amin. 2010: 69)
sedangkan metode yang
digunakan untuk penyuluhan kelompok bisa dilakukan dengan seminar, diskusi
bersama, mempertunjukkan film yang mendidik, dan lain sebagainya. Untuk
penyuluhan kepada anak-anak bisa dilakukan dengan teknik film, karena anak-anak
sangat tertarik misalnya film kartun yang mendidik seperti tentang pahlawan.
Selain
metode dan teknik yang digunakan itu penting dalam penyuluhan. Terdapat
berbagai pendekatan-pendekatan tertentu yang menunjang keberhasilan penyuluhan.
- Pendekatan
psikoanalisis. Pada pendekatan ini menentukan proses dan arah konseling.
Salah satu teknik yang umum digunakan yaitu hipnotis. Hipnotis bertujuan
untuk mengeksplorasi dan memahami faktor ketidaksadaranyang menjadi
penyebab masalah.
- Pendekatan
analisis transaksional. Pada pendekatan ini, penyuluh didesain untuk
mendapatkan insight emosional dan intelektual, tetapi fokus pada bagian
rasional. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah bermain peran (role
playing). Bermain peran biasanya digunakan dalam konseling/penyuluhan
kelompok di mana melibatkan orang lain. Selain teknik bermain pera, terdapat
juga teknik penokohan keluarga (family modeling). Pada teknik ini penyuluh
diminta untuk membayangkan episode yang berisi orang-orang yang penting
baginya di masa lalu.
- Kognitif
behavioral (behavioral therapy). Pada pendekatan ini, penyuluh
berperan aktif, direktris, dan menggunakan pengetahuan ilmiah untuk
menemukan solusi dari persoalan individu.
- Pendekatan
Kognitif, yaitu merupakan usaha mengubah keyakinan irasional melalui
persuasif.
- Pendekatan
rational-emotive behavior therapy. Pada pendeketan ini tujuan penyuluhan
adalah untuk membantu individu menyadari bahwa mereka dapat hidup dengan
lebih rasional dan lebih produktif. (Gantina Komalasari, Eka Wahyuni,
Karsih.2011: 78)
Daftar Pustka
Amin,
Samsul Munir. 2010. Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: AMZAH
Gantina
Komalasari, Eka Wahyuni, Karsih. 2011. Teori dan Teknik Konseling. Jakarta:
PT Indeks
Ketut
Sukardi, Dewa. 1995. Proses Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta: PT Rineka
Cipta
No comments:
Post a Comment